Waspada Hoaks Catut Kemenag untuk Pendaftaran PPPK dan CPNS 2026

Waspada Hoaks Catut Kemenag untuk Pendaftaran PPPK dan CPNS 2026

Kementerian Agama (Kemenag) kembali menjadi sasaran hoaks rekrutmen ASN. Kali ini beredar tautan pendaftaran PPPK Kemenag 2026 dan CPNS Kemenag 2026 yang mengarahkan korban ke situs tidak resmi untuk mencuri data pribadi. Tim Cek Fakta Liputan6.com mengonfirmasi bahwa seluruh informasi pendaftaran CPNS dan PPPK yang mencatut nama Kemenag lewat tautan tidak resmi adalah hoaks. Pendaftaran CPNS dan PPPK yang sah hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN BKN, bukan lewat link di media sosial.

Daftar Hoaks yang Mencatut Kemenag

Berikut ragam hoaks rekrutmen yang mencatut Kemenag dan sudah diverifikasi palsu oleh tim Cek Fakta Liputan6.com:

1. Tautan Pendaftaran PPPK Kemenag 2026

Sebuah unggahan TikTok pada 24 Agustus 2026 mengklaim pendaftaran PPPK Kemenag 2026 resmi dibuka dengan link daftarrsekarang.isiili.com. Unggahan itu menuliskan persyaratan seperti "lulusan SMA/SMK/D3/S1-S3" dan "usia 18-45 tahun" agar terlihat meyakinkan.

  • Link tersebut mengarah ke formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
  • Kemenag menegaskan tidak pernah membuka pendaftaran PPPK melalui tautan semacam itu.
  • Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com: klaim ini tidak benar (hoaks).

2. Tautan Pendaftaran Umrah Gratis dari Kemenag

Hoaks lain memakai poster Menag Nasaruddin Umar dengan narasi "program umrah gratis, kuota terbatas" dan meminta masyarakat mendaftar melalui link di bio profil akun TikTok. Faktanya, Kemenag tidak pernah membuka program umrah gratis dengan skema seperti ini.

3. Link Pendaftaran CPNS Kemenag 2026

Unggahan lain mengklaim lowongan resmi CPNS Kemenag 2026 telah dibuka dengan iming-iming formasi di seluruh Indonesia. Setelah link di bio profil diklik, korban diarahkan ke halaman formulir yang meminta nama sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Klaim ini juga dipastikan palsu karena Kemenag belum membuka rekrutmen CPNS melalui jalur tersebut.

Modus yang Harus Diwaspadai

Hoaks rekrutmen CPNS dan PPPK umumnya memakai pola yang sama. Kenali ciri-cirinya berikut ini:

  • Menggunakan link domain tidak resmi (.isiili.com, link di bio profil TikTok, dsb), bukan domain pemerintah (.go.id).
  • Meminta data pribadi sensitif: nama lengkap, NIK, hingga nomor WhatsApp/Telegram aktif.
  • Menjanjikan pendaftaran mudah dengan iming-iming kuota terbatas atau gratis.
  • Mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah tanpa pengumuman resmi.

Cara Aman Mengecek Pendaftaran Resmi

Agar tidak terjebak penipuan, ikuti langkah berikut sebelum mendaftar CPNS atau PPPK:

  • Kunjungi langsung portal resmi https://sscasn.bkn.go.id untuk seluruh pendaftaran CPNS dan PPPK.
  • Untuk rekrutmen Kemenag, cek hanya di domain resmi kemenag.go.id dan kanal informasi resmi instansi.
  • Jangan pernah mengisi formulir dari link yang dikirim lewat media sosial, pesan berantai, atau selebriti/akun tidak resmi.
  • Konfirmasi kejadian hoaks lewat kanal Cek Fakta Liputan6.com atau situs resmi Kemenag sebelum menyebarkan informasi.

Pastikan kamu memahami alur pendaftaran yang benar. Baca juga panduan lengkap membuat akun SSCASN 2026 anti gagal agar tidak keliru di tahapan awal seleksi.

Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah pendaftaran PPPK Kemenag 2026 sudah resmi dibuka?
Belum. Kemenag menegaskan tidak pernah membuka pendaftaran PPPK 2026 melalui tautan yang beredar di media sosial. Setiap rekrutmen resmi diumumkan melalui situs resmi kemenag.go.id dan portal SSCASN BKN.
Bagaimana ciri-ciri link pendaftaran CPNS dan PPPK yang hoaks?
Ciri utamanya: memakai domain tidak resmi (bukan .go.id), link ditaruh di bio profil media sosial, meminta data pribadi seperti NIK dan nomor Telegram, serta menjanjikan pendaftaran gratis dengan kuota terbatas.
Kemana melapor jika menemukan hoaks pendaftaran CPNS atau PPPK?
Laporkan ke kanal Cek Fakta Liputan6.com melalui email cekfakta.liputan6@kly.id atau WhatsApp 0811-9787-670, serta konfirmasi ke situs resmi Kemenag untuk info rekrutmen kepegawaian.