Ringkasan Cepat: Nilai ambang batas SKD CPNS 2026 formasi umum resmi menetapkan syarat minimal 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 166 untuk TKP, dengan total kumulatif minimal 311 poin. Peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya hanya jika berhasil melampaui batas nilai di setiap subtes tersebut secara simultan.
passing grade SKD CPNS 2026 adalah nilai ambang batas minimal yang wajib dicapai peserta per jenis subtes, yaitu TWK 65, TIU 80, dan TKP 166 untuk formasi umum, dengan total nilai kumulatif minimal 311. Lolos SKD tidak ditentukan dari total skor saja, melainkan dari pemenuhan ambang di setiap subtes, sehingga kandidat perlu memahami rincian nilai di bawah ini sebelum menargetkan skor latihan.
Nilai Ambang Batas SKD CPNS 2026 Formasi Umum
Acuan nilai ambang batas SKD mengikuti ketentuan yang ditetapkan KemenPAN-RB (KepmenPANRB Nomor 321 Tahun 2024) dan berlaku untuk seleksi CPNS 2026. Berikut rincian per subtes:
| Subtes | Jumlah Soal | Passing Grade | Materi yang Diuji |
|---|---|---|---|
| Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) | 30 soal | 65 | Nasionalisme, pilar negara, integritas |
| Tes Intelegensia Umum (TIU) | 35 soal | 80 | Verbal, numerik, logika, figural |
| Tes Karakteristik Pribadi (TKP) | 45 soal | 166 | Pelayanan publik, jejaring kerja, profesionalisme |
| Total | 110 soal | 311 | Waktu pengerjaan 100 menit |
Nilai di bawah ambang pada satu subtes saja, misal TIU 75, tetap dinyatakan tidak lolos meskipun total skor melebihi 311. Kesalahan umum inilah yang membuat banyak peserta gagal padahal skor totalnya tinggi.
Beda Passing Grade Formasi Umum dan Formasi Khusus
Pelamar formasi khusus tidak diwajibkan memenuhi ambang di ketiga subtes, melainkan diganti dengan syarat nilai TIU dan total nilai kumulatif sebagai berikut:
| Jalur | Syarat Nilai TIU | Syarat Total Nilai |
|---|---|---|
| Formasi umum | 80 (plus TWK 65, TKP 166) | 311 |
| Cumlaude (lulusan terbaik) | 85 | 311 |
| Diaspora | 85 | 311 |
| Penyandang disabilitas | 60 | 286 |
| Putra/putri Papua | 60 | 286 |
Cara Hitung Kelulusan SKD CPNS 2026
Penilaian SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN dengan skor tampil real time. Cara menghitungnya:
- TWK dan TIU: jawaban benar bernilai 5, jawaban salah/kosong bernilai 0. Skor maksimal TWK 150 dan TIU 175.
- TKP: tidak ada sistem benar-salah; setiap jawaban diberi skor 1-5 berdasarkan bobot paling tepat.
- Kelulusan SKD: seluruh nilai subtes wajib di atas ambang masing-masing, lalu peserta bersaing pada peringkat terbaik formasi.
- Nilai akhir seleksi: (nilai SKD x 40%) + (nilai SKB x 60%), digunakan untuk menentukan peringkat akhir setelah SKB.
Contoh: peserta dengan TWK 120, TIU 90, TKP 180 memenuhi seluruh ambang formasi umum dan berhak lanjut ke SKB, dengan nilai akhir ditentukan gabungan bobot SKD dan SKB.
Pelajari strategi pengerjaan dan materi ketiga subtes secara lebih dalam lewat panduan lengkap tes CPNS TWK TIU TKP agar target skor di atas nilai ambang bisa tercapai.