Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan 600 ribu ASN mengikuti Profiling ASN (Pro-ASN) hingga Desember 2026. Percepatan program ini jadi fondasi basis data ASN nasional yang akan dipakai untuk pemetaan kompetensi, perencanaan karier, sampai manajemen talenta berbasis merit.
Target itu disampaikan dalam Koordinasi Pelaksanaan Pro-ASN BKN di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Rabu (9/9/2026). BKN meminta seluruh kantor regional dan unit pelaksana teknis (UPT) mengejar kuota tanpa menurunkan kualitas asesmen.
Apa Itu Profiling ASN (Pro-ASN)?
Profiling ASN adalah proses asesmen untuk memotret potensi, kompetensi, dan area pengembangan setiap pegawai. Hasilnya bukan sekadar nilai, tapi profil utuh yang menggambarkan kekuatan dan kelemahan ASN di tiap instansi.
Data inilah yang nantinya jadi dasar manajemen talenta nasional, mulai dari pengembangan kompetensi, promosi jabatan, hingga perencanaan karier pegawai.
Mengapa BKN Kejar 600 Ribu ASN sampai Desember 2026?
Wakil Kepala BKN Suharmen menegaskan target besar ini bukan soal mengejar jumlah peserta. Program ini fondasi untuk membangun database ASN yang akurat dan bisa dipakai lintas kebutuhan pengelolaan SDM aparatur.
- Memetakan potensi dan kompetensi ASN secara nasional.
- Menyiapkan promosi jabatan yang objektif dan berbasis data.
- Menopang penerapan sistem merit di seluruh instansi.
- Mencegah kebijakan manajemen talenta berjalan tanpa data ASN yang terprofil.
Kualitas Asesmen Tidak Boleh Dikorbankan
Meski pelaksanaan digratiskan, Suharmen menekankan standar asesmen, integritas petugas, dan konsistensi penilaian harus tetap sama di semua wilayah.
"Walaupun diberikan diskon besar-besaran, walaupun gratis, jangan sampai mengorbankan kualitas. Standarnya harus jelas," ujarnya.
Manfaat Profiling ASN untuk Karier ASN
Bagi ASN, hasil profiling berpeluang jadi rujukan saat mengikuti seleksi jabatan, penempatan, maupun program pengembangan kompetensi. Artinya, data yang rapi bisa memperkuat posisi pegawai dalam perencanaan karier jangka panjang.
Percepatan ini juga sejalan dengan 15 kebijakan baru BKN untuk transformasi digital manajemen karier ASN yang menempatkan data pegawai sebagai fondasi layanan kepegawaian.
Persiapan BKN di Kantor Regional dan UPT
Agar target tercapai, BKN meminta tiap wilayah menghitung kebutuhan dan menyusun strategi konkret. Beberapa aspek yang dibahas:
| Aspek | Kesiapan yang Dibahas |
|---|---|
| Sarana dan prasarana | Perbaikan fasilitas asesmen |
| Anggaran | Dukungan biaya pelaksanaan |
| Jadwal | Penyusunan timeline per wilayah |
| Fasilitas CAT | Kesiapan Computer Assisted Test |
| Data jabatan | Pemutakhiran agar hasil asesmen maksimal |
BKN menilai keberhasilan Pro-ASN akan jadi fondasi penerapan sistem merit dan pengelolaan talenta ASN secara nasional.